SAATNYA BERUBAH
"Perubahan itu kita yang ciptakan, orang hanya memberi pendapat, memberi kritik, memberi support, tapi yg berbuat adalah diri kita sendiri"
Tuesday, 9 June 2020
Tuesday, 26 May 2020
https://youtu.be/kJsKRCmCP-k
Video ini memberikan informasi terkait Manfaat jika melakukan service secara rutin, dan tentunya juga akibat jika tidak rutin melakukan service berkala.
Pastikan kendaraan kita Rutin Service.
Jangan Lupa Subcribe chanel youtubenya ya..:-)
Tuesday, 9 August 2016
TOYOTA ECO DRIVING
Saat ini perkembangan Otomotif sudah semakin canggih dan modern, hal ini akibat adanya tuntutan dari consumen terhadap Gaya hidup, Kebutuhan, serta sebagai Standart kehidupan bermasyarakat.
tentunya. Belum lagi dengan adanya aturan pemerintah terhadap lingkungan dalam upaya untuk mengurangi Emisi gas buang yang di hasilkan oleh kendaraan bermesin Bensin dan Diesel.
hal ini merupakan chalenge bagi Industri otomotif untuk menciptakan kendaraan yang Ramah Lingkungan, dengan Hasil Emisi yang cukup rendah, Maka terciptalah mobil LCGC ( low cost Green Car ).
kita tau bersama, saat ini kendaraan sudah di lengkapi dengan berbagai macam sensor pada kendaraan, seperti Oxigen Sensor, PIM sensor, A/F sensor, dsb. Tentunya sensor-sensor ini di buat untuk kepentingan Emisi gas Buang, yang juga dampaknya terhadap komsumsi bahan bakar yang rendah, jika di bandingkan dengan Unit-unit kendaraan era 80-an di Indonesia yang masih belum menggunakan sensor-sensor, tentunya ambang batas emisinya lebih tinggi dengan Standart emisi Saat ini.
Sensor-sensor ini di buat sedimikian rupa agar dapat menghasilkan emisi serendah mungkin, akan tetapi, kondisi yang dapat di kontrol hanya sebatas saat kendaraan posisi Idle, cruise ( merayap). sedangkan saat accelerasi, decselerasi, serta power enrichment tidak berlaku.
nah...., pabrik sudah melakukan berbagai hal agar aspeck kebutuhan consumen dapat terpenuhi...,nah bagaimana dengan Consumen...??
Tentunya consumen atau masyarakat pada umumnya harus paham dan sadar agar pentingnya menjaga lingkungan dengan mendukung Program Langit Biru yang di lakukan oleh pemerintah Bukan...?? Nah bagaimana caranya...??
Caranya adalah dengan Melakukan Pengendaraan yang efektif dan efisien Atau Biasa Di sebut Eco Driving.
Nah Berikut saya ingin sampaikan atau paparkan, bagaimana Menggunakan kendaraan agar dapat mendukung program Pemerintah Tersebut, Simak yah...:-)
Selamat Berkendara dengan Berhemat Ria...,dan Ramah Lingkungan...ya ....Jadilah Pengendara yang cerdas....:-)
tentunya. Belum lagi dengan adanya aturan pemerintah terhadap lingkungan dalam upaya untuk mengurangi Emisi gas buang yang di hasilkan oleh kendaraan bermesin Bensin dan Diesel.
hal ini merupakan chalenge bagi Industri otomotif untuk menciptakan kendaraan yang Ramah Lingkungan, dengan Hasil Emisi yang cukup rendah, Maka terciptalah mobil LCGC ( low cost Green Car ).
kita tau bersama, saat ini kendaraan sudah di lengkapi dengan berbagai macam sensor pada kendaraan, seperti Oxigen Sensor, PIM sensor, A/F sensor, dsb. Tentunya sensor-sensor ini di buat untuk kepentingan Emisi gas Buang, yang juga dampaknya terhadap komsumsi bahan bakar yang rendah, jika di bandingkan dengan Unit-unit kendaraan era 80-an di Indonesia yang masih belum menggunakan sensor-sensor, tentunya ambang batas emisinya lebih tinggi dengan Standart emisi Saat ini.
Sensor-sensor ini di buat sedimikian rupa agar dapat menghasilkan emisi serendah mungkin, akan tetapi, kondisi yang dapat di kontrol hanya sebatas saat kendaraan posisi Idle, cruise ( merayap). sedangkan saat accelerasi, decselerasi, serta power enrichment tidak berlaku.
nah...., pabrik sudah melakukan berbagai hal agar aspeck kebutuhan consumen dapat terpenuhi...,nah bagaimana dengan Consumen...??
Tentunya consumen atau masyarakat pada umumnya harus paham dan sadar agar pentingnya menjaga lingkungan dengan mendukung Program Langit Biru yang di lakukan oleh pemerintah Bukan...?? Nah bagaimana caranya...??
Caranya adalah dengan Melakukan Pengendaraan yang efektif dan efisien Atau Biasa Di sebut Eco Driving.
Nah Berikut saya ingin sampaikan atau paparkan, bagaimana Menggunakan kendaraan agar dapat mendukung program Pemerintah Tersebut, Simak yah...:-)
Mengapa Eco Driving?
Perilaku mengemudi ekonomis dan ramah lingkungan harus menjadi pedoman berkendara, karena:
1. Hemat bahan bakar
2. Ramah lingkungan
3. Hemat biaya perawatan kendaraan
4. Tidak membuat stres pengemudi
5. Nyaman bagi penumpang.
Prinsip Dasar Eco Driving
· Pindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi secepat mungkin.
Kendaraan berbahan bakar bensin atau gas perlu melakukan perpindahan transmisi sebelum 2500 Rpm. Untuk Beberapa kendaraan Toyota Sudah Dilengkapi Dengan Indikator Eco Driving, dan Sudah di Berikan Eco Score sehingga Pengemudi akan Lebih mudah mengontrol Kendaraannya ke Tahap Eco Driving.
Kendaraan bermesin diesel perlu melakukan pemindahan transmisi sebelum putaran 2000 Rpm.
· Sedapat mungkin pertahankan kecepatan pada putaran ekonomis
Kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi atau kecepatan tinggi. Apabila
pengemudi mempertahankan kecepatan dan putaran ekonomis, maka energi
yang terbuang dan boros bahan bakar dapat dikurangi.
· Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu
Pengereman
yang tak diperlukan akan memboroskan energi, oleh karena itu hindari
akselerasi yang ekstrem, kecuali dalam keadaan terpaksa. Antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak berada di belakang mobil lain terlalu dekat dapat menghemat bahan bakar hingga 5 - 10%.
· Antisipasi arus lalu lintas
Mencakup:
1. Lalu lintas di depan kendaraan kita.
2. Lalu lintas arah berlawanan.
3. Lalu lintas di persimpangan.
4. Mendahului dan mundur
Untuk dapat melakukan itu, pengemudi harus:
1. Memandang kedepan sejauh mungkin
2. Kosentrasi
3. Mengerem dengan cermat
4. Hati-hati dengan kendaraan di depannya
5. Jaga jarak
6. Berusaha sebisanya mempertahankan kecepatan ekonomis
7. Beradaptasi dengan perubahan situasi
8. Mengetahui rute perjalanan
9. Memperhatikan kerusakan jalan dan kemungkinan kesalahan pengemudi lain.
· Memperlambat kendaraan dengan lembut
Ketika memperlambat atau menghentikan kendaraan, perlambat kendaraan dengan lembut dan persneling tetap dalam keadaan masuk.
Untuk
lebih menghemat bahan bakar, dapat juga dengan menetralkan segera
transmisi/menekan pedal kopling (bila tenaga mesin untuk pengereman
tidak diperlukan lagi) sehingga mesin akan secepatnya kembali pada
putaran ideal dan sisa energi dorong (kinetis) kendaraan dapat
dimanfaatkan sampai ke posisi yang diinginkan.
· Mengemudi di tanjakan dan turunan
Pada jalan mendaki diperlukan tenaga mesin yang lebih besar dibandingkan dengan jalan datar.
Tergantung dari sudut tanjakan yang akan ditempuh, usahakan cara berikut ini:
1. Sesuaikan putaran mesin
2. Teknik perpindahan transmisi yang tepat dan cermat
3. Manfaatkan kecepatan kendaraan untuk menempuh tanjakan berikutnya.
· Matikan mesin bila tidak diperlukan
Matikan
mesin sewaktu perhentian singkat; pada lintasan jalan kereta api, lampu
lalu lintas, atau sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan
lebih dari 60 detik.
Khusus untuk truk mixer;
matikan mesin bila kendaraan tidak ada muatan jika diperkirakan waktu
berhenti lebih dari 1 menit, misalnya saat membersihkan roda dari
lumpur/tanah, waktu melapor pada pos satpam, jalan macet, dll. Ketika
menghidupkan mesin kembali, jangan tekan pedal gas.
· Mengemudi dengan banyak belokan
Kurangi
kecepatan saat mendekati belokan sampai mencapai kecepatan yang sesuai,
bila perlu pengurangan kecepatan dilakukan dengan tenaga mesin atau
sebisanya tanpa pengereman dan tidak menurunkan transmisi pada posisi
yang lebih rendah.
Bila
sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak dengan putaran
mesin tinggi, tidak saja meningkatkan konsumsi bahan bakar dan membuat
rem lebih cepat aus, juga menyebabkan kondisi kurang baik pada
pengemudi.
· Muatan/beban
Muatan/beban
adalah faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama.
Penambahan beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan
meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 6 - 7%. Kurangi beban tambahan yang tidak perlu pada kendaraan.
· Aerodinamis
Faktor lain yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar adalah aerodinamis.
Makin
cepat laju kendaraan maka makin besar hambatan udara yang ditimbulkan,
misalnya pada kecepatan 120km/jam dapat meningkatkan sedikitnya 20%
pemakaian bahan bakar.
· Tekanan ban
Memeriksa tekanan ban sangat lah penting agar hambatan gesek ban dapat dikurangi.
Tekanan
yang tidak sesuai, misalnya kurang 25% dari spesifikasi normal dapat
meningkatkan tahanan gesek sampai 10% serta memboroskan bahan bakar
sebesar 2%. Tekanan ban yang terlalu rendah juga mempunyai akibat kurang
baik pada jarak
pengereman. Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.
pengereman. Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.
· Servis berkala
Servis
berkala adalah faktor yang sangat penting untuk menghemat bahan bakar,
membersihkan saringan udara, serta melaksanakan pekerjaan servis rutin
lainnya dengan benar. Diakhiri dengan uji emisi yang dapat membantu Anda
menghemat bahan bakar. Oleh karena itu, lakukan pekerjaan servis
berkala kendaraan Anda pada bengkel yang Anda percaya. Untuk Service Kendaraan di Toyota Tanjungpinang, setiap melakukan Service perawatan Berkala, sudah dapat free Uji Emisi Gas Buang.
Eco-Driving Card
- Pindahkan Transmisi ke Posisi yang Lebih Tinggi Secepat Mungkin
- Pertahankan Kecepatan pada Putaran Ekonomis
- Hindari Pengereman dan Akselerasi yang tidak perlu.
- Matikan Mesin bila Memungkinkan
- Antisipasi Arus Lalu Lintas
- Servis Kendaraan Anda dengan Teratur.Selamat Berkendara dengan Berhemat Ria...,dan Ramah Lingkungan...ya ....Jadilah Pengendara yang cerdas....:-)
SUMBER
www.tta-international.com
Monday, 28 September 2015
Pernahkan Anda Melihat Lampu Gambar Mesin Pada Meter Kombinasi TOYOTA Anda..???
Lampu Ini Sering kali muncul ketika kondisi Dari Kunci Kontak mobil TOYOTA anda sedang ON, dan akan padam selang beberapa saat setelah mesin Dihidupkan.
Nah Kategori yang saya terangkan di Atas adalah kategori ketika kondisi dari Mesin tidak ada masalah ( NORMAL). :-)
Lampu Gambar Mesin pada meter kombinasi dalam Istilah tekhniknya di sebut, MIL ( Malfunction Indikator Lamp) Atau Lampu Peringatan Bahwa terdapat kerusakan pada Mesin Mobil TOYOTA anda, Sehingga kendaraan harus segera untuk di bawa kebengkel TOYOTA.
Bagaimana Mengetahui Bahwa telah terjadi malafungsi...??
tentunya dari keterangan saya sebelumnya di atas, merupakan Indikasi jika dalam kondisi Normal.
Nah Berikut beberapa kondisi jika dikatakan terdapat malafungsi :
1. Setelah mesin di hidupkan, Lampu MIL akan tetap menyala, Hal ini di sebabkan oleh akibat adanya Sistem yang mengalami kerusakan pada sensor yang berhubungan ketika mesin di hidupkan.
2. Lampu MIL akan padam ketika mesin dihidupkan dan ketika kendaraan berjalan, maka Lampu MIL akan di tampilkan, Hal ini merupakan Abnormal pada system kendaraan Anda akan tetapi mendeteksi Fungsi ketika kendaraan harus di kendarai terlebih dahulu.
Nah, Sudah paham kan...:-)
Bagaimana cara penanggulangannya atau cara perbaikannya..??
nah Di Bengkel TOYOTA, sudah di lengkapi dengan Alat Canggih yaitu Komputer Intelegent Tester ( IT )untuk memeriksa kondisi dari Mesin dan sistem lainnya, seperti System ABS, VSC, ECU Mesin, Transmisi dan lain Sebagainya, dan komputer akan menampilkan kerusakan pada system Komputer pada kendaraan anda, sehingga problem dapat segera di ketahui daerah sensor yang mengalami kerusakan. Perlu Diingat, ada banyak sekali sensor di kendaraan anda dan Sensor ini tentunta berfungsi untuk mengkondisikan kendaraan Toyota anda dapat di kendarai dengan efektif dan efisien.
Nah untuk Perbaikannya tentu saja sudah di tangani Oleh teknisi yang berpengalaman dan Bersertifikat, Sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat. Oh ya, Ingat memiliki IT tanpa teknisi yang berpengalaman hanya dapat mengetahui sumber kerusakan tapi tentu saja akan melakukan perbaikan berdasarkan Naluri Saja.... Wooowww...Berbahaya Bukan...??
Nah di bengkel Toyota, dalam melakukan penanganan di perlukan alat tambahan, yaitu Repair manual dan Elektikal Wiring Diagram, ini berfungsi Untuk memberikan panduan agar penganan problem dapat di lakukan dengan Tepat.
Nah...Sudah Mengerti kan para TOYOTA Mania...
Salam Keluarga Besar TOYOTA Indonesia. Khususnya Wilayah Tanjungpinang..:-)
By
Muhammad Mukhlis
Tech. Leader Toyota Tanjungpinang
Nah Kategori yang saya terangkan di Atas adalah kategori ketika kondisi dari Mesin tidak ada masalah ( NORMAL). :-)
Lampu Gambar Mesin pada meter kombinasi dalam Istilah tekhniknya di sebut, MIL ( Malfunction Indikator Lamp) Atau Lampu Peringatan Bahwa terdapat kerusakan pada Mesin Mobil TOYOTA anda, Sehingga kendaraan harus segera untuk di bawa kebengkel TOYOTA.
Bagaimana Mengetahui Bahwa telah terjadi malafungsi...??
tentunya dari keterangan saya sebelumnya di atas, merupakan Indikasi jika dalam kondisi Normal.
Nah Berikut beberapa kondisi jika dikatakan terdapat malafungsi :
1. Setelah mesin di hidupkan, Lampu MIL akan tetap menyala, Hal ini di sebabkan oleh akibat adanya Sistem yang mengalami kerusakan pada sensor yang berhubungan ketika mesin di hidupkan.
2. Lampu MIL akan padam ketika mesin dihidupkan dan ketika kendaraan berjalan, maka Lampu MIL akan di tampilkan, Hal ini merupakan Abnormal pada system kendaraan Anda akan tetapi mendeteksi Fungsi ketika kendaraan harus di kendarai terlebih dahulu.
Nah, Sudah paham kan...:-)
Bagaimana cara penanggulangannya atau cara perbaikannya..??
nah Di Bengkel TOYOTA, sudah di lengkapi dengan Alat Canggih yaitu Komputer Intelegent Tester ( IT )untuk memeriksa kondisi dari Mesin dan sistem lainnya, seperti System ABS, VSC, ECU Mesin, Transmisi dan lain Sebagainya, dan komputer akan menampilkan kerusakan pada system Komputer pada kendaraan anda, sehingga problem dapat segera di ketahui daerah sensor yang mengalami kerusakan. Perlu Diingat, ada banyak sekali sensor di kendaraan anda dan Sensor ini tentunta berfungsi untuk mengkondisikan kendaraan Toyota anda dapat di kendarai dengan efektif dan efisien.
Nah untuk Perbaikannya tentu saja sudah di tangani Oleh teknisi yang berpengalaman dan Bersertifikat, Sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat. Oh ya, Ingat memiliki IT tanpa teknisi yang berpengalaman hanya dapat mengetahui sumber kerusakan tapi tentu saja akan melakukan perbaikan berdasarkan Naluri Saja.... Wooowww...Berbahaya Bukan...??
Nah di bengkel Toyota, dalam melakukan penanganan di perlukan alat tambahan, yaitu Repair manual dan Elektikal Wiring Diagram, ini berfungsi Untuk memberikan panduan agar penganan problem dapat di lakukan dengan Tepat.
Nah...Sudah Mengerti kan para TOYOTA Mania...
Salam Keluarga Besar TOYOTA Indonesia. Khususnya Wilayah Tanjungpinang..:-)
By
Muhammad Mukhlis
Tech. Leader Toyota Tanjungpinang
Tuesday, 14 September 2010
Monday, 6 September 2010
Sunday, 5 September 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)



